Tips Kesehatan

HATI2,…JANGAN OVERDOSIS KALO MINUM AIR PUTIH

HATI2,…JANGAN
OVERDOSIS KALO MINUM AIR PUTIH

drinking_waterSEORANG WANITA KEHILANGAN PENGLIHATAN SETELAH MINUM AIR TERLALU BANYAK.

Dia minum 7 liter air
setiap hari dengan maksud untuk mendetoksifikasi dan mengurangi tekanan
darahnya.

Mengira bahwa makin banyak air dia minum, akan makin baik, dia

meneruskan kebiasaannya dan hal ini berlangsung terus selama tiga bulan. Akan
tetapi bulan lalu, wanita Taiwan berusia 26 tahun ini tiba-tiba jatuh pingsan.
Ketika dia sadar kembali beberapa hari berikutnya, dia menjadi buta, menurut
laporan Apple Daily Taiwan .

Dokter mengatakan bahwa kondisi wanita tersebut diketahui sebagai

keracunan air kronis.

Jumlah air yang dia minum lebih dari tiga kali lipat dari konsumsi air

harian yang disarankan bagi orang dewasa yang tidak banyak bergerak.

Dr. Jiang Shou Shan, yang merawatnya, mengatakan kepada Apple Daily

Taiwan bahawa pasiennya tidak memiliki penyakit pesikologis atau masalah kesehatan
lainnya, kecuali bahwa tekanan darahnya sangat menghawatirkan.

Dr. Jiang mengatakan, Dia salah percaya bahwa makin banyak air dia

minum, makin banyak pula dia bisa menurunkan tekanan darahnya. Sejak

itu, selama tiga bulan, dia meminum 7 liter air setiap hari.

Dr. Jiang menambahkan pada mulanya wanita tersebut akan sering buang air kecil,
tapi setelah beberapa waktu, hal tersebut berubah menjadi keracunan air.

Minum terlalu banyak air bisa mengakibatkan hyponatremia, suatu kondisi dimana
kadar sodium di dalam darah tidak cukup.

PEMBENGKAKAN DALAM SEL-SEL OTAK

Sebagai hasilnya,
kelebihan air harus diserap oleh sel-sel tubuhnya.

Sel-sel otaknya membengkak setelah meminum air, yang mengakibatkan

tekanan yang meningkat di dalam otaknya.

Dr. Jiang menjelaskan
bahwa tekanan tersebut mengakibatkan pendarahan di dalam occipital lobe (otak
besar bagian depan), yang merupakan pusat pemrosesan visual dari otak yang
berisi sebagian besar visual cortex.

Kata Dr. Jiang, Sodium di dalam darah kita menjaga laju metabolisme sel kita.
Tetapi sekali Anda meminum terlalu banyak air, ion-ion sodium akan berkurang,
mengakibatkan otak membengkak.

Hal ini mengakibatkan tekanan dan berlanjut ke pendarahan. Shin Min

Daily mengutip pernyataan seorang dokter bahwa minum terlalu banyak air bisa
berakibat fatal.

Dokter tersebut, dari Raffles Hospital, mengatakan bahwa tubuh kita

secara konstan kehilangan air melalui keringat, buang air kecil dan air

besar atau menghembuskan nafas, diantaranya.

Mengganti kehilangan air ini adalah esensial, tetapi rehidrasi yang

berlebihan bisa mengakibatkan overdosis air yang fatal, kata dokter.

Menurut dokter tersebut, gejala-gejala keracunan air termasuk sakit

kepala, kelelahan, hidung mampet, muntah, sering buang air kecil dan

disorientasi mental.

Komentar

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

var addthis_pub=”klikdokter”;

Definisi
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan pembunuh utama di dunia dengan 16,7 juta kematian setiap tahunnya. PJK adalah keadaan dimana terdapat plak yang menyumbat di dalam pembuluh darah arteri. Hal ini menyebabkan suplai darah ke jantung berkurang. Plak adalah gabungan lemak, kolesterol, kalsium, dan bahan lain di dalam darah. Walaupun laki-laki sering dikaitkan dengan PJK namun wanita menopause juga berisiko terserang penyakit tersebut. Di kalangan laki-laki, faktor risiko utams PJK adalah merokok. Selain itu faktor risiko lainnya adalah usia lanjut, kurang berolahraga, riwayat keluarga PJK, dan sakit kronik (kolesterol, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes melitus).

Etiologi dan Patofisiologi
Manifestasi PJK disebabkan karena ketidak seimbangan antara kebutuhan O2 sel otot jantung dengan masukannya. Masukan O2 untuk sel otot jantung tergantung dari O2 dalam darah dan pembuluh darah arteri koroner. Penyaluran O2 yang kurang dari a. Koroner akan menyebabkan kerusakan sel otot jantung. Hal ini terutama disebabkan karena proses pembentukan plak aterosklerosis (sumbatan di pembuluh darah koroner). Sebab lainnya dapat berupa spasme (kontraksi) pembuluh darah atau kelainan kongenital (bawaan).

Iskemia (kerusakan) yang berat dan mendadak akan menimbulkan kematian sel otot jantung, yaitu disebut dengan infark jantung akut yang ireversibel (tidak dapat sembuh kembali). Hasil dari kerusakan ini juga akan menyebabkan gangguan metabolik yang akan berefek gangguan fungsi jantung dengan manifestasi gejala diantaranya adalah nyeri dada.

Faktor Resiko PJK
Studi epidemiologi telah berhasil mengidentifikasi faktor-faktor resiko PJK, yaitu:

  • Merokok, berapapun jumlahnya
  • Kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi
  • Hipertensi
  • Kadar kolesterol HDL yang rendah
  • Diabetes Mellitus
  • Usia lanjut

Selain itu terdapat pula faktor-faktor lain yang berhubungan dengan meningkatnya resiko PJK. Faktor predisposisi adalah faktor yang memperbesar resiko PJK yang diakibatkan oleh faktor-faktor resiko di atas. Faktor-faktor ini adalah:

  • Obesitas (IMT > 25 mg/m2)
  • Obesitas abdominal (lingkar pinggang > 94 cm untuk pria, dan > 80 cm untuk wanita; waist hip ratio > 0,9 untuk pria, dan 0,8 untuk wanita)
  • Kebiasan kurang bergerak/aktivitas fisik kurang
  • Riwayat keluarga menderita PJK pada usia muda ( <>
  • Etnik tertentu
  • Faktor psikososial

Faktor resiko kondisional berhubungan dengan peningkatan resiko PJK walaupun efek penyebab secara independen masih belum terbukti secara meyakinkan. Faktor ini adalah:

  • Kadar trigliserida serum yang tinggi
  • Kadar homosistein serum yang tinggi
  • Kadar lipoprotein a yang tinggi
  • Faktor protrombotik
  • Penanda inflamasi (peradangan)

Gejala PJK
Nyeri dada iskemik yang khas (seperti ditekan benda berat dan menjalar ke leher, lengan kanan dan punggung) dapat disebabkan oleh angina pektoris stabil (APS), angina pektoris tidak stabil (APTS) atau IMA (infark miokard akut). Keluhan nyeri dada yang memerlukan perhatian secara serius memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Nyeri dada yang baru dirasakan (<>
  • Perubahan kualitas nyeri dada, seperti meningkatnya frekuensi atau beratnya nyeri dada, atau nyeri dada yang dirasakan saat istirahat
  • Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat atau dengan pemberian nitrat sublingual

Gejala lain yang mungkin menyertai adalah sesak napas, perasaan melayang dan pingsan (sinkop).
Bila dilakukan pemeriksaan fisik dapat ditemukan hipertensi, pembesaran jantung dan kelainan bunyi jantung dan bising jantung.

Pemeriksaan Tambahan
Hal yang pertama kali dilakukan adalah memasang EKG untuk melihat gambaran khas iskemia (jaringan kekurangan pasokan oksigen) ataupun infark (kematian jaringan). Pemeriksaan EKG tidak hanya dilakukan bila pasien mengeluh nyeri dada tetapi dapat digunakan untuk deteksi dini yang dapat dikerjakan waktu istirahat, waktu aktivitas sehari-hari (Holter), ataupun waktu stres (latihan/obat-obatan) yang ditambah dengan pemeriksaan radiologis, pemeriksaan laboratorium terutama untuk menemukan faktor risiko.

Pemeriksaan darah seperti CK-MB (Creatine kinase–MB) dan troponin T dilakukan untuk melihat adanya peningkatan kadar enzim jantung yang menandakan telah terjadi IMA.
Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah ekokardiografi dan radio nuclid myocardial imaging (RNMI) waktu istirahat dan stres fisis ataupun obat-obatan, sampai dengan arteriografi koroner dan angiografi ventrikel kiri (AK & LVG).

Tata Laksana
Tatalaksana untuk penyakit jantung koroner bersifat umum dan khusus. Untuk tatalaksana umum yang terpenting adalah perubahan gaya hidup yang dapat mengendalikan faktor-faktor risiko yang dapat memperberat penyakit. Pemeriksaan jantung berkala sangat penting dilakukan untuk pasien yang berisiko maupun tidak.
Tatalaksana khusus diberikan untuk pasien yang sudah mengalami gejala PJK. Pemberian obat-obatan vasodilator dan trombolitik sangat penting dalam jangka waktu yang cepat setelah mengalami serangan.
Untuk mengatasi nyeri dapat diberikan obat-obatan seperti nitrat sublingual (diberikan dibawah lidah), nitrogliserin atau morfin.
Secara umum tatalakasana nya adalah sebagai berikut;
a. Medikamentosa

  • Nitrat
  • Beta blocker
  • Antagonis kalsium

b. Revaskularisasi

  • Trombolitik. Efektif diberikan dalam waktu <>
  • Prosedur invasif non operatif. Dapat dilakukan intervensi koroner perkutan primer jika dilakukan <>
  • Operasi (arteri koroner Bypass (CABG).

Komentar

Terorisme dan Cuci Otak (brainwash)

Terorisme dan Cuci Otak (brainwash)

Oleh : dr. Salma Oktaria

Indonesia tidak henti-hentinya diresahkan oleh isu mengenai terorisme yang kian meluas di masyarakat. Terlebih setelah tragedi “bom bunuh diri” yang baru saja menimpa hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton baru-baru ini. Ironi memang, mengingat kejadian tersebut justru ada di saat masyarakat Indonesia tengah mempersiapkan diri menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke-64 dan bulan suci Ramadhan yang sudah di depan mata. Layaknya sebuah pesta, petasan yang begitu besar telah dinyalakan untuk menyambut hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, juga semua umat muslim di seluruh dunia. Entah apa motif dari setiap tindakan yang mereka ambil, tetapi jelas bahwa kata perikemanusiaan sudah tidak ada dalam kamus mereka.

Seiring dengan proses penyelidikan, kemudian timbul sebuah hipotesis bahwa para pelaku “bom bunuh diri” atau yang sering mereka sebut “pengantin” sebenarnya hanyalah seorang eksekutor yang sebelumnya telah dicuci otak oleh sang mastermind Noordin Muhammad Top atau yang lebih dikenal dengan nama Noordin M. Top. Terlepas dari kebenaran hipotesis ini, kami akan coba mengupas masalah cuci otak (brainwash) mulai dari sejarah hingga tekniknya apabila ditinjau dari sudut pandang medis.

Definisi cuci otak (brainwash)
Cuci otak (brainwash) adalah suatu proses pendoktrinan secara intensif yang memaksa seseorang untuk meninggalkan keyakinannya untuk suatu keyakinan lain yang baru. Tujuan dari cuci otak ini umumnya terkait masalah militer, politik, dan religius melalui proses yang cukup panjang dengan memberikan tekanan-tekanan untuk meruntuhkan pertahanan fisis dan mental seseorang.

Terdapat berbagai macam teknik untuk melakukan cuci otak, yang umumnya dilakukan saat subyek terisolasi dari kehidupan sosialnya, dengan menerapkan konsep penghargaan dan hukuman atas setiap tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukan. Apabila subyek menolak untuk bekerjasama, ia akan menerima hukuman baik secara fisis maupun psikis, termasuk memutus kontak sosial, makan, tidur, hingga siksaan fisik.

Sejarah cuci otak (brainwash)
Proses cuci otak sebenarnya sudah dikenal sejak lama. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1950 saat perang antara Korea Utara dan Korea Selatan berlangsung. Saat itu Republik Rakyat Cina (RRC) ikut berperang membela Korea Utara, dengan Amerika Serikat dan PBB di pihak Korea Selatan. Brainwash atau cuci otak merupakan istilah yang digunakan di Amerika Serikat untuk menjelaskan fenomena banyaknya tentara Amerika Serikat yang berubah pihak membela Korea Utara setelah menjadi tahanan mereka. Dan semenjak itu, Central Intelligence Agency (CIA) dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat terus mengadakan penelitian untuk mengembangkan teknik cuci otak ini.

Selain itu, teknik cuci otak juga banyak digunakan saat perang dunia I dan II untuk membangun semangat para prajurit sejak mereka masih remaja, yang terutama diterapkan kepada para prajurit NAZI. Tujuannya adalah untuk membentuk mental prajurit yang tahan banting dan setia terhadap keyakinan para pemimpin atau partai yang mereka anut. Dan dewasa ini banyak isu yang beredar bahwa teknik cuci otak juga telah disalah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk membangun suatu aliran agama baru atau membuat propaganda terhadap suatu keyakinan tertentu, termasuk dalam kasus Noordin M. Top dan motif “bom bunuh diri yang dilakukan oleh para “pengantin”. Suatu hal yang kebenarannya masih dipertanyakan dan hangat dibicarakan di berbagai lapisan masyarakat.

Metoda cuci otak (brainwash)
Terdapat berbagai macam cara untuk melakukan cuci otak, mulai dari persuasi secara vokal (sugesti), visual, bantuan obat-obatan, hingga siksaan baik secara fisis maupun psikis. Prinsipnya adalah dengan melakukan metoda tersebut sambil memasukkan suatu program atau ide tertentu ke dalam pikiran seseorang secara berkepanjangan hingga memasuki alam bawah sadarnya. Ketika sebuah nilai telah tertanam cukup kuat di alam bawah sadar seseorang, maka semakin lama nilai itu akan semakin kuat, berakar, dan permanen. Inilah yang kemudian disebut sebagai hasil dari cuci otak, dan merupakan tujuan utama dilakukannya hal tersebut.

Cara yang paling halus adalah dengan persuasi secara vokal atau visual untuk memasukkan sugesti. Hal ini dapat dilakukan dengan cara hipnosis, testimoni, hingga teknik persuasi dalam sebuah pidato atau presentasi.

Hipnosis
Hipnosis merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memasukkan sugesti ke dalam pikiran seseorang. Dengan hipnosis, akses ke alam bawah sadar akan terbuka sehingga memudahkan seseorang untuk menerima sugesti yang diberikan. Hipnosis sendiri pada awalnya digunakan sebagai salah satu metoda pengobatan di Mesir dan Yunani, kemudian menyebar ke wilayah Eropa. Seorang dokter Austria bernama Sigmund Freud menggunakan hipnosis untuk mengatasi masalah mental para prajurit saat perang dunia I dan II. Kini, teknik hipnosis juga telah digunakan sebagai salah satu pengobatan komplementer untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Pendekatan lain untuk cuci otak adalah dengan menerapkan teknik testimoni dan persuasi dalam sebuah pidato atau presentasi.

Testimoni
Teknik ini biasanya dilakukan oleh grup-grup tertentu semisal grup penyembuhan ketergantungan narkoba, alkohol,atau trauma. Tujuannya adalah untuk membentuk spirit komunitas yang pada akhirnya dapat mendorong individu yang ikut di dalamnya. Seorang peserta berdiri satu demi satu dan menceritakan kisah mereka mulai dari saat masih kecanduan hingga sembuh. Sugesti umumnya diberikan dengan menyebut kalimat “saya dulu pemabuk berat dan sekarang berhenti” atau “saya dulu terkena kanker dan sekarang sembuh” secara repetitif dari setiap peserta sebelum atau setelah bercerita. Keadaan ini dapat memberikan manipulasi psikologis pada semua peserta. Setelah sejumlah cerita mengalir dan didengar,dalam diri anggota grup tersebut akan muncul keyakinan bahwa dirinya bisa sembuh dan mengentikan kebiasaan-kebiasaan yang buruk. Dengan demikian ruangan akan dipenuhi dengan rasa bersalah, rasa takut hingga harapan dan semangat untuk berubah.

Persuasi dalam sebuah pidato atau presentasi
Pernahkah Anda merasa bersemangat atau memiliki sebuah pola pikir baru setelah Anda mengikuti sebuah seminar atau pelatihan? Ataukah Anda pernah merasa sangat tertarik terhadap sebuah produk multilevel marketing (MLM) yang sedang dipresentasikan padahal Anda baru saja membeli produk yang sejenis? Apabila jawabannya adalah iya, berarti tanpa disadari Anda pernah menjadi subyek cuci otak.

Metoda ini sebenarnya tidak dapat benar-benar dikatakan sebagai cuci otak, tetapi lebih kepada manipulasi pikiran seseorang dengan sugesti. Bagian otak kiri manusia mengolah bagian rasio dan analisis, sedangkan otak kanan mengolah sisi kreatif dan imajinasi. Inti dari metoda ini adalah bagaimana cara menyibukan otak kiri sehingga otak kanan dapat diakses untuk menanamkan suatu pola pikir tanpa harus melalui proses analisis terlebih dahulu.

Bagaimanapun, apabila diterapkan terus-menerus secara periodik, teknik ini juga dapat memasukkan ide-ide dalam pikiran bawah sadar seseorang hingga menjadi suatu nilai yang berakar dan permanen (cuci otak).

Penerapan teknik penghargaan dan hukuman
Teknik ini merupakan teknik pertama yang dilakukan saat perang Korea pada tahun 1950. Prinsipnya adalah dengan mengisolasikan subyek cuci otak dari kehidupan sosialnya. Subyek akan diperlakukan sesuai tindakan yang dilakukan atau tidak dilakukannya. Apabila subyek menolak untuk bekerjasama, ia akan menerima hukuman baik secara fisis maupun psikis, termasuk memutus kontak sosial, makan, tidur, hingga siksaan fisik. Namun apabila subyek bersedia untuk bekerjasama, maka ia akan menerima sebuah penghargaan dalam berbagai bentuk. Bentuk yang paling sering dari penerapan teknik ini adalah outbond, pelatihan militer, dan penggemblengan murid atau mahasiswa baru saat masa orientasi.

Kemudian, benarkah terdapat korelasi antara terorisme dan cuci otak?
Saat ini, terdapat dugaan bahwa cuci otak merupakan salah satu alasan yang kuat di balik kenekatan sikap para “pengantin bom bunuh diri” yang telah meneror Indonesia selama beberapa waktu terakhir. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa cuci otak umumnya dilakukan untuk tujuan militer, politik, dan religius. Ketika dianalogikan dengan pemberitaan yang ada, memang terdapat kemungkinan adanya korelasi antara terorisme dan cuci otak ini. Dengan dalih outbond dan ceramah agama yang dilakukan secara periodik, sang mastermind dapat mendoktrin para pengikutnya untuk meruntuhkan apa yang mereka yakini untuk sebuah keyakinan baru. Namun cuci otak bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan begitu saja, perlu waktu yang cukup lama untuk menanamkan ide-ide baru dalam pikirian bawah sadar seseorang sehingga kegiatan ini umumnya dilakukan terus-menerus secara periodik di sebuah area yang terpencil untuk memutus kontak sosial. Selain itu, hipnosis juga dapat dilakukan untuk memudahkan proses penerimaan sugesti.

Bagaimanapun, Anda tidak harus setuju dengan analisa kami. Pilihan tetap ada di tangan Anda. Yang terpenting kita tidak boleh membiarkan siapapun memecah-belah bangsa Indonesia, tidak juga teroris. Tidak perduli banyaknya budaya dan agama yang kita miliki, kita harus semakin kuat dan bekerjasama untuk melawan musuh bangsa ini dan propaganda yang dilakukan oleh para teroris.[](SO)

Komentar

Perubahan Fisiologis Tubuh di Kala Berpuasa

Oleh : dr. Tri Rejeki Herdiana
Berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi mereka kaum muslimin. Perubahan pola makan dan pola tidur selama satu bulan akan memicu banyak pertanyaan seputar kesehatan, apakah berpuasa baik untuk kesehatan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebelumnya kita harus mengetahui bagaimana perubahan fisiologis di dalam tubuh dalam kondisi berpuasa.

Perubahan yang terjadi di dalam tubuh seseorang tergantung dari berapa lamanya ia berpuasa. Secara teori, tubuh memasuki kondisi puasa sekitar 8 jam setelah makan terakhir kali atau ketika tubuh selesai mencerna makanan. Pada kondisi normal, cadangan glukosa yang terdapat di dalam tubuh akan digunakan sebagai sumber asupan energi. Selama berpuasa, kadar glukosa inilah sumber utama energi. Setelah cadangan glukosa habis, sumber berikutnya yang dapat digunakan sebagai pasokan energi adalah lemak. Glukosa sendiri juga dihasilkan dalam jumlah sedikit melalui mekanisme di dalam hati.

Puasa Dalam Jangka Waktu Tertentu
Hanya berpuasa dalam jangka waktu yang sangat lama-lah yang menyebabkan cadangan energi diambil dari pemecahan protein yang terdapat di berbagai sel, juga dari otot. Pada titik inilah puasa bukan merupakan suatu kegiatan yang sehat lagi dan seseorang sudah mencapai kondisi ‘kelaparan’. Pemecahan protein yang terdapat di dalam otot dapat menyebabkan seseorang menjadi sangat lemas.

Puasa dalam bulan Ramadhan ini berlangsung sejak subuh sampai terbenamnya matahari yang berlangsung sekitar 12-13 jam (Indonesia). Rentang waktu ini masih dapat ditoleransi asalkan cadangan energi kita yang berasal dari glukosa dan lemak berada dalam jumlah memadai.

Setelah berbuka sampai dengan waktu sahur, tentunya cadangan energi atau cadangan glukosa tubuh dapat kembali dipenuhi sehingga mencegah pemecahan protein otot untuk pemenuhan energi.

Penggunaan lemak sebagai salah satu sumber energi tentunya memiliki beberapa efek, diantaranya adalah dapat menurunkan berat badan, menjaga protein dalam otot, dan dalam jangka panjang dapat menurunkan kadar kolesterol. Penurunan berat badan sendiri akan dapat membantu mengontrol penyakit diabetes melitus dan mengurangi peningkatan tekanan darah.

Perubahan komposisi tubuh, penurunan massa lemak, dan terkontrolnya tekanan darah, diabetes, dan kolesterol akan menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah).

Dengan berpuasa, proses detoksifikasi tubuh pun dapat berlangsung baik dengan cara mengeluarkan berbagai racun di dalam tubuh dengan pembakaran lemak yang menumpuk. Setelah beberapa hari berpuasa, kadar hormon endorfin di dalam tubuh meningkat yang dapat berujung pada peningkatan rasa tenang, bahagia, dan kewaspadaan yang cukup baik. Dengan berpuasa, produksi asam lambung pun akan menurun sehingga baik bagi penderita gastritis atau peradangan lambung.

Keseimbangan asupan makanan dan minuman sangat diperlukan di dalam berpuasa. Organ tubuh yang mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit seperti natrium, kalium, dan kalsium, adalah ginjal. Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat terjadi akibat kurangnya asupan cairan dan keringat yang berlebihan akibat udara panas. Asupan cairan yang cukup ditunjang sumber mineral dan elektrolit yang seimbang akan menjaga fungsi ginjal kita. Selain itu, asupan karbohidrat, lemak, dan protein seimbang akan mencegah pemecahan protein di otot dan menjaga asupan energi sepanjang hari.

Jadi, apakah puasa baik untuk kesehatan?
Tentunya apabila dilakukan dalam waktu yang benar (dari subuh hingga terbenam matahari) dan ditunjang dengan asupan makanan seimbang dan tidak berlebihan, maka berpuasa memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. (TRH)

Komentar

Manfaat Mengkonsumsi Serat


[Image: 145601.gif]

Ada banyak alasan mengapa harus mengkonsumsi serat dalam makanan sehari-sehari. Selain mampu menurunkan kadar kolesterol juga mampu melawan penyakit jantung.

Serat sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Untuk itulah, kita sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi serat yang cukup setiap harinya. Ada beberapa manfaat sehat serat, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Untuk Jantung Sehat

Kandungan asam lemak tak jenuh dalam kacang-kacangan diyakini dapat mencegah penyakit jantung. Sementara, kandungan seratnya dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah.

Riset yang dipublikasikan melalui American Journal of Clinical Nutrition pada September 1999 menunjukkan bahwa serat merupakan perisai tubuh untuk melawan penyakit jantung, di mana riset itu memperlihatkan bahwa wanita yang mengkonsumsi sedikitnya 25 gram serat per hari memiliki risiko 40% lebih rendah akan serangan jantung dibandingkan wanita yang mengkonsumsi serat kurang dari sembilan gram per hari.

Para ilmuwan mencermati tendensi tubuh akan melepaskan timbunan kolesterol dari dalam aliran darah pada saat menganut pola makan tinggi serat.

Hal ini mencegah penumpukan kolesterol dalam arteri atau pembuluh darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung.

2. Membantu Menjaga Berat Badan Ideal

Serat dapat menghambat proses penyerapan lemak serta membantu mengurangi asupan kalori. Bila Anda memilih makanan kaya serat, ini akan menciptakan rasa kenyang lebih cepat. Konsumsi serat mengakibatkan pelepasan cholecystokinin yang merupakan hormon yang diproduksi usus kecil yang memicu perasaan kenyang pada otak, akibatnya Anda akan mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Mengombinasikan sayur mayur dengan nasi atau pasta dapat membantu Anda mengkontrol porsi makanan. Journal of Nutrition pada April 1997 menunjukkan bahwa makin banyak konsumsi serta, makin tinggi pula porsi lemak makanan yang terbuang saat buang air besar. Hal ini menunjukkan bahwa kandungan lemak tersebut dibuang dan tidak diserap tubuh.

3. Mencegah Risiko dan Memperbaiki Kondisi Diabetes.

Serat, khususnya jenis serat yang larut dalam air (water-solute fiber) juga dapat membantu memperbaiki sensivitas insulin, yang dapat memperbaiki kontrol atas pelepasan insulin akibat konsumsi bahan pangan karbohidrat dan protein.

Hal ini dapat membantu memperbaiki kondisi penderita diabetes, dan menjaga manusia sehat agar terhindar dari kondisi diabetes. Sebuah studi menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 dapat memperbaiki tingkat gila darah dan kolesterol melalui penerapan pola makan tinggi serat.

Dan studi dalam journal of American Medical Association pada 12 Februari 1997 membuktikan bahwa partisipan yang mengkonsumsi serat dalam jumlah besar memiliki risiko lebih rendah akan kondisi diabetes ketimbang mereka yang minim konsumsi serat.

4. Membantu Proses Pencernaan yang Sehat.

Ubi, singkong, roti berkandungan gandum tinggi dan oatmeal adalah makanan sumber energi yang terbaik karena karakternya yang lambat serap. Bahan-bahan itu menyediakan glukosa sebagai sumber energi otot dalam bekerja dan proses pertumbuhan dan dicerna lebih pelan ketimbang sumber karbohidrat yang lain.

Persentase seratnya yang tinggi memperlambat proses pencernaan atas sumber karbohidrat kompleks tersebut. Kondisi lambat serap tersebut mengakibatkan karbohidrat masuk ke dalam darah secara perlahan dengan konsistensi yang lebih baik serta tahan lebih lama.

Karbohidrat lambat serap menjadikan tubuh cenderung menyimpan karbohidrat sebagai glikogen dalam otot, bukan sebagai lemak tubuh.

5. Untuk Tampilan Otot Lebih Padat.

Sayur-mayur kaya serat seperti brokoli, kembang kol, dan bayam, memiliki kandungan yang disebut indoles. Indoles dapat sedikit menekan tingkat estrogen pada pria dan sedikit meningkatkan kadar testoteron.

Hal ini sangat kondusif untuk mencapai tampilan fisik yang lebih keras dan padat, serta sintesa protein yang lebih baik untuk pembentukan otot.

6. Mencegah Kanker.

Konsumsi serat diyakini dapat mencegah kanker usus. Para peneliti mencermati bahwa serat dapat membantu menjaring zat-zat penyebab kanker dan lalu membuangnya dari dalam usus. Bahkan sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 26 gram serat per hari memiliki risiko 25% lebih kecil atas kanker usus dibandingkan partisipan yang hanya mengkonsumsi 8 gram.

Mekanisme kerja serat

Serat larut

Perasaan penuh di perut berasal dari serat larut. Ini juga membantu mengontrol gula darah pada penderita diabetes dan kadar kolesterol. Diantara sumbernya adalah sayuran, buah dan produk kedelai.

Serat tak larut

Bermanfaat mencegah sembelit dan buang air besar keras. Jangan lupa untuk banyak minum jika anda banyak makan serat. Diantara sumbernya adalah sereal, kulit buah dan kacang-kacangan

Komentar

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

ANDAI INI RamadhanYANG TERAKHIR

tentu siangnya engkau sibuk berzikir
tentu engkau tak akan jemu melagukan syair rindu

mendayu..merayu…kepada-NYA Tuhan yang satu

andai kau tahu ini Ramadhan terakhir
tentu sholatmu kau kerjakan di awal waktu
sholat yang dikerjakan…sungguh khusyuk lagi tawadhu’

tubuh dan qalbu…bersatu memperhamba diri

menghadap Rabbul Jalil… menangisi kecurangan janji

“innasolati wanusuki wamahyaya wamamati lillahirabbil ‘alamin”

[sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku...

kuserahkan hanya kepada Allah Tuhan seru sekalian alam]


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tidak akan kau sia-siakan walau sesaat yang berlalu

setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja

di setiap kesempatan juga masa yang terluang

alunan Al-Quran bakal kau dendang…bakal kau syairkan


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tentu malammu engkau sibukkan dengan

bertarawih…berqiamullail…bertahajjud…

mengadu…merintih….meminta belas kasih

“sesungguhnya aku tidak layak untuk ke syurga-MU

tapi…aku juga tidak sanggup untuk ke neraka-MU”


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tentu dirimu tak akan melupakan mereka yang tersayang

mari kita meriahkan Ramadhan

kita buru…kita cari…suatu malam idaman

yang lebih baik dari seribu bulan


andai kau tahu ini Ramadhan terakhir

tentu engkau bakal menyediakan batin dan zahir

mempersiap diri…rohani dan jasmani

menanti-nanti jemputan Izrail

di kiri dan kanan …lorong-lorong ridha Ar-Rahman


Duhai Ilahi….

andai ini Ramadhan terakhir buat kami

jadikanlah ia Ramadhan paling berarti…paling berseri…

menerangi kegelapan hati kami

menyeru ke jalan menuju ridho serta kasih sayang-Mu Ya Ilahi

semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti


Namun teman…

tak akan ada manusia yang bakal mengetahui

apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir kali bagi dirinya

yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah

berusaha…bersedia…meminta belas-NYA


andai benar ini Ramadhan terakhir buat kita
MAAFKAN SEMUA KESALAHAN YANG PERNAH DILAKUKAN …

Loading...

Selasa, 16 Februari 2010

INFO KARO

BAGAIMANA MENURUT ANDA ? SILAHKAN TULISKAN KOMENTAR DAN MASUKAN ANDA, SEMOGA BERMANFAAT. MEJUAH - JUAH

2 komentar:

MERGA SILIMA

**KARO-KARO**

Barus
Barusjahe, Buntu, Barusjulu, Tanjung Barus, Talimbaru, Serdang, Penampen
Bukit
Bukit, Buluhawar
Guru Singa
Gurusinga, Rajaberneh, Rumah Sumbul
Jung
Kutanangka, Perbesi, Kalang, Batukarang
Kaban
Kabantua, Pernantin
Kacaribu
Kacaribu, Kutagerat
Kemit
Kutabale, Mulawari
Ketaren
Ketaren, Raya, Sibolangit, Pertampilen, Kutabale
Purba
Kabanjahe, Berastagi, Kutakepar, Laucih
Samura
Samura
Karo Sekali
Seberaya, Bertah, Kuta Julu
Sinubulan
Bulanjahe, Bulanjulu
Sinuhaji
Ajijulu, Ajibuhara, Ajimbelang, Ajijahe (Ajisiempat)
Sinukaban
Kaban, Sumbul
Sinulingga
Lingga, Bintangmeriah, Gungmerlawan
Sinuraya
Bunuraya, Kandibata, Singgamanik
Sitepu
Sukanalu Teran, Sukanalu, Naman, Beganding
Surbakti
Surbakti, Gajah




**GINTING**

Ajartambun
Rajamerahe, Bahorok

Babo
Gurukinayan, Munte, Tongging
Siberas
Lau Petundal
Capah
Bukit, Kalang
Garamata
Rajatengah, Tongging
Gurupatih
Buluhnaman, Sarimunte, Naga, Laukapur
Jadibata
Juhar
Jawak
Cingkes
Manik
Tongging, Lingga, Bungabaru
Munte
Kutabangun, Ajinembah, Kubu, Dokan, Munte, Tongging
Pase
Kutabangun
Seragih
Lingga, Jeraya
Sinusinga
Singa
Sugihen
Sugihen, Juhar, Kutabangun
Suka
Suka, Linggajulu, Naman, Berastepu
Tumangger
Kemkem, Kidupen


**TARIGAN**

Bondong
Lingga
Ganagana
Batukarang
Gerneng
Cingkes
Gersang
Nagasaribu, Seribujandi, Jandiseribu, BErastepu, Kutaraya
Jampang
Pergendangen
Pekan
Batukarang, Sukanalu
Purba
Tanjung Purba, Purba Tua
Silangit
Gunung Meriah
Sibero
Juhar, Kutaraja, Keriahen, Tanjung Beringin, Selakkar
Tambak
Cingkes, Kebayaken, Sukanalu
Tambun
Binangara, Rakutbesi, Sinaman
Tua
Pergendangen
Tegur
Suka, Seribujandi



**SEMBIRING**

Si La Mantangken Biang

Keloko
Pergendangen, Tualang, Paropo
Kembaren
Samperaya, Liangmelas
Sinulaki
Silalahi, Paropo
Sinupayung
Jumaraja, Nageri

Si Mantangken Biang
Berahmana
Rumah Kabanjahe, Perbesi, LImang, Bekawar
Bunuhaji
Kutatengah, Beganding
Busuk
Kidupen, Lauperimbon
Colia
Kubucolia, Seberaya
Depari
Seberaya, Perbesi, Munte
Gurukinayan
Gurukinayan, Gunungmeriah
Keling
Rajaberneh, Juhar
Maha
Martelu, Pandan, Pasirtengah
Meliala
Sarinembah, Kidupen, Rajaberneh, Naman, Munte
Muham
Susuk, Perbesi
Pandebayang
Buluhnaman, Gurusinga
Pandia
Seberaya, Payung, Beganding
Pelawi
Ajijahe, Perbaji, Selandi, Perbesi, Kandibata
Sinukapar
Sidikalang, Sarintonu, Pertumbuken
Tekang
Kaban


**PERANGIN-ANGIN **

Bangun
Batukarang, Penampen, Selandi, Narigunung, Jandimeriah
Benjerang
Batukarang
Kacinambun
Kacinambun
Keliat
Marding-ding
Laksa
Juhar
Limbeng
Karo Jahe, Pancur Batu sekitar, Binjai, Deli Serdang
Mano
Pergendangen
Namohaji
Kutabuluh
Penggarun
Susuk
Perbesi
Kutabuluh, Jinabun
Pencawan
Perbesi
Pinem
Juhar, Pernantin, Sidikalang, Taneh Pinem, Kotacane
Sebayang
Kuala, Perbesi, Gunung, Pertumbuken, Kutagerat
Singarimbun
Temburun, Mardingding, Kutambaru, Tanjung
Sinurat
Kerenda, Beganding
Sukatendel
Sukatendel
Tanjung
Pernampen, Berastepu
Ulujandi
Juhar
Uwir
Singgamanik

RAKUT SITELU DAN PENGERTIANNYA

Kalimbubu

Kalimbubu adalah kelompok pemberi dara dalam Masyarakat Karo, kalimbubu ini ada beberapa jenis, yaitu:

- kalimbubu tua/ kalimbubu bena-bena;
- kalimbubu simupus/kalimbubu dareh;
- kalimbubu kampah;
- kalimbubu simajek dalikan;
- kalimbubu siperdemui;
- kalimbubu sembuyak;
- kalimbubu taneh/kalimbubu sinajek lulang;
- puang kalimbubu (kalimbubu dari kalimbubu);
- puang ni puang (kalimbubu dari puang kalimbubu).



Mehamat Erkalimbubu


Kalimbubu ibas kalak Karo emekap si harus ihamati ras ikelengi. Adi kalak karo si dekah erdalan itengah kerangen ras kalimbubu la banci lang anak beru arah lebe, ertina adi lit musuh entah pe rubia-rubia si merawa entah pe duri entahpe bulung si megatel gelah anak beru kena leben, gelah selamat kalimbubu ibas bahaya nari. Bagepe adi erdalan pagi-pagi namuren denga dalan, anak beru nge arah lebe, gelah enggo keri namur e isapu anak beru segelah kalimbubu lanai namuren. Adi ngerana kalimbubu ibas sada runggun labo banci ia isimbaki. "Bagi page ibas lebeng pe ikurkuri gelah lit man nakan turang" Bagem kuan-kuan kalak Karo ncidahken kekelengen anak beru nandangi kalimbubu.

Senina

Senina adalah kelompok yang semarga dalam Masyarakat Karo, senina ini ada beberapa jenis, yaitu:

- sembuyak;
- senina siparibanen;
- senina sipemeren;
- senina sipengalon;
- senina sicimbangen.


Metenget Ersenina

Senina eme si rusur teman runggu. Adi kalak Karo si dekah Senina Sada Utang Sada Ido nina. Utang seninanta banci nge itunggu kalak man banta, bagepe ido seninanta tek ka nge kalak kita ngalokenca. Metenget ersenina perlu kal ijaga gelah ula sempat retak, rubat. Teman meriah enterem nge, tapi teman tangis senina e ka ngenca. Emaka rugi kal adi kita rubat ersenina, dalan sirang labo lit, emaka arus metenget gelah ula sempat rubat, nggit sitewasen, ula subuki anem la pe iakap teng-tengsa. Ulin min si ban man seninanta asa man ise pe sebab e nge teman ngandung ras ermeriah ukur. Adi lit si la tabehen ukur ras seninanta si pala-palailah pekenasa.

Anakberu

Anakberu adalah kelompok penerima dara dalam Masyarakat Karo, anakberu ini ada beberapa jenis, yaitu:

- anakberu ipupus/anakberu dareh;
- anakberu iangkip;
- anakberu sincekuh baka tutup;
- anakberu tua;
- anakberu singerana, sirunggu (singerakut bide);
- anakberu menteri;
- anakberu singikuri;
- anakberu singikuti.



Metami Man Anak Beru

Kuan kuan kalak Karo "Mangkuk reh, mangkuk lawes", mbages kel ertina. Adi anak beru enggo erbahan si mehuli nandangi kalimbubu maka kalimbubu pe arus erbahan si mehuli man anak beru, amin gia lain-lain bentukna;

Kalimbubu la banci la erpengagak nandangi anak beruna, bas kai murde la banci lang arus isampatina. Bage nge ertina jadi dibata ni idah, ngidah kerina situasi. Bagepe anak beruna la pe isuruh kalimbubuna, enggo leben ikalakina juma kalimbubuna;

Bere-berenta man beren kin. Erpengagak kin jadi kalimbubu, la ipondona si bereken gelah puas kal ukurna. Gundari bere-bere pe lanai bo tersuruh, adi kita la si cidahken kekelengenta man bana. Ula min bagi si gundari, erjabu beberena luah si ngalo bere-bere pe palsu, labo mamana e sinukursa tapi siempo nge. Emaka akapna mamana pe mama palsu nge. Aturenna ije me i cidahken ate keleng erbere-bere, alu luah mamana, keleng kel atena barang e;

Tole, ula kal si diberu i cekurakina entah pe irawaina turangkuna. Bage pe si dilaki, ula kal i rawaina ntah ipandangina turangkuna tah silihna. Adi la si akap teng-teng silihta, banci sidilo turangta, turangta e banci siajarken entah sirawai. Maka iban kerja Tahun pe gelah setahun sekalilah gia sidahi-dahin. Kalimbubu ndahi anak beruna ras anak-anak kerina gelah itandaina bengkilana ras impalna, bagepe anak beru nandangi kalimbubu. Kai kin ateta luahta maka meriah ukur silihta ras beberenta e lah si baba, bageka anak beru nanadangi kalimbubu ras permenna.

ARTI DARI PAKAIAN ADAT KARO

PAKAIAN ADAT
Uis nipes

Untuk tudung, "maneh-maneh" (kado untuk perempuan), untuk mengganti pakaian orang tua (pihak perempuan) dan sebagai alas "pinggan pasu" (piring) pada saat memberikan mas kawin dalam upacara adat.
Uis julu

Untuk sarung, "maneh-maneh", untuk mengganti pakaian orang tua (untuk laki-laki) dan selimut.
Gatip gewang

Untuk menggendong bayi perempuan dan "abit" (sarung) laki-laki
Gatip jongkit

Untuk "gonje" (sarung) upacara adat bagi laki-laki dan selimut bagi "kalimbubu" (paman).
Gatip cukcak

Kegunaannya sama dengan gatip gewang, bedanya adalah gatip cukcak ini tidak pakai benang emas.
Uis pementing

Untuk ikat pinggang bagi laki-laki
Batu jala

Untuk tudung bagi anak gadis pada pesta "guro-guro aron". Boleh juga dipakai laki-laki, tapi harus 3 lapis, yaitu: uis batu jala, uis rambu-rambu dan uis kelam-kelam.
Uis arinteneng

Sebagai alas waktu menjalankan mas kawin dan alas piring tempat makan pada waktu "mukul" (acara makan pada saat memasuki pelaminan), untuk memanggil roh, untuk "lanam" (alas menjunjung kayu api waktu memasuki rumah baru), untuk "upah tendi" (upah roh), diberikan sebagai penggendong bayi dan alas bibit padi.
Uis kelam-kelam

Untuk tudung orang tua, untuk "morah-morah" (kado untuk laki-laki), dan boleh juga dipakai oleh laki-laki dalam upacara adat, tapi disertai batu jala dan rambu-rambu.
Uis cobar dibata

Untuk upacara kepercayaan, seperti "uis jinujung", "berlangir" dan "ngelandekken galuh".
Uis beka buluh

Untuk "bulang-bulang" diikatkan di kepala laki-laki pada upacara adat.
Uis gara

Untuk penggendong anak-anak, tudung untuk orang tua dan anak gadis.
Uis jujung-jujungen

Untuk melapisi bagian atas tudung bagi kaum wanita yang mengenakan tudung dalam upacara adat.

BAHASA BATAK KARO

Bahasa Batak Karo

Bahasa Batak Karo adalah bentuk bahasa Austronesia Barat yang digunakan di daerah Pulau Sumatera sebelah utara pada wilayah Kepulauan Indonesia [1]. Istilah “Batak” sendiri mengacu pada sekumpulan kelompok yang memiliki kaitan secara kultural yang mendiami sebagian besar wilayah pedalaman Provinsi Sumatera Utara yang berpusat di daerah Danau Toba [2]. Tiap-tiap kelompok ini memiliki riwayat, tatanan sosial, serta bahasa yang khas satu sama lain.

Masyarakat Batak Toba yang berdiam di wilayah Pulau Samosir yang terletak di tengah-tengah Danau Toba serta wilayah sebelah timur, selatan, dan tenggara dari danai ini telah menjadi bahan kajian linguistik dan antropologi selama lebih dari satu abad lamanya. Bahasa yang mereka gunakan pertama kali mulai mendapat sorotan pada saat H.N. van der Tuuk menerbitkan karya gramatika klasik pada tahun 1864 yang berjudul Tobasche Spraakkunst (kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1971).

Di paruh abad terakhir ini terdapat sejumlah besar masyarakat Batak Toba yang bermigrasi ke seluruh penjuru wilayah dan menumbuhkan sejumlah besar komunitas masyarakat Batak Toba di sepanjang pesisir timur wilayah Sumatera Utara, di Aceh, dan juga di Pulau Jawa, maupun di berbagai wilayah suku Batak lain. Terutama sebagai akibat dari mobilitas sosial mereka yang tinggi serta penyebaran yang meluas secara geografis, istilah “Batak” ini telah hampir secara murni diselaraskan dengan pengertian “Batak Toba”.

Jauh di sebelah selatan Danau Toba dan jauh mencapai perbatasan provinsi Sumatera Barat, terdapat masyarakat Batak Angkola dan Batak Mandailing. Sedang pada sisi timur laut Danau Toba terdapat mayarakat Batak Simalungun yang wilayah aslinya kini telah banyak didiami oleh masyarakat Batak Toba yang bermigrasi ke wilayah ini. Fenomena serupa terjadi juga di wilayah Batak Pakpak yang terletak di sisi barat dan barat daya Danau Toba. Oleh karena kondisi yang demikian, kini didapati kaum masyarakat Batak Simalungun dan Batak Pakpak yang fasih berbahasa Batak Toba di samping bahasa asli mereka sendiri.

Masyarakat Batak Karo sendiri bermukin di wilayah sebelah barat laut Danau Toba yang mencakup luas wilayah sekitar 5.000 kilometer persegi yang secara astronomis terletak sekitar antara 3′ dan 3′30″ lintang utara serta 98′ dan 98′30″ bujur timur. Wilayah Tanah Karo tersusun atas dua wilayah utama sebagai berikut:

  • Dataran tinggi Tanah Karo, yang mencakup seluruh wilayah Kabupaen Karo dan pusat administratifnya di kota Kabanjahe. Wilayah dataran tinggi Tanah Karo ini menjorok ke selatan hingga masuk ke wilayah Kabupaten Dairi (khususnya Kecamatan Taneh Pinem dan Tiga Lingga), serta ke arah timur masuk ke bagian wilayah Kecamatan Si Lima Kuta yang terletak di Kabupaten Simalungun. Masyarakat Karo menyebut wilayah pemukiman dataran tinggi ini dengan nama Karo Gugung.
  • Dataran rendah Tanah Karo yang mencakup wilayah-wilayah kecamatan dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang yang terletak pada bagian ujung selatan secara geografis ( namun tertinggi secara topografis). Wilayah ini dimulai dari plato Tanah Karo yang membentang ke bawah hingga mencapai sekitar kampung-kampung Bahorok, Namo Ukur, Pancur Batu, dan Namo Rambe yang ada di sebelah utara, serta Bangun Purba, Tiga Juhar, dan Gunung Meriah di sisi timur. Masyarakat Karo menyebut daerah ini dengan nama Karo Jahe (Karo Hilir).

Wilayah dataran tinggi Tanah Karo dianggap sebagai pusat kebudayaan dan tanah asli nenek moyang masyarakat Batak Karo. Di wilayah ini, bahasa tidak banyak tersentuh oleh pengaruh-pengaruh luar dan ikatan kekerabatan serta kehidupan tradisional masih terpelihara sangat kuat. Kebanyakan masyarakat dataran tinggi Karo hidup dari bercocok tanam kecil-kecil dengan menanam padi dan sayur-sayuran untuk konsumsi sehari-hari serta berbagai tanam-tanaman komersial untuk kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Wilayah pemukinan dataran rendah yang ada di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deli Serdang umumnya lebih terorientasi pada produksi tanam-tanaman budidaya seperti karet dan kelapa sawit. Wilayah dataran rendah Karo ini lebih banyak menyerap pengaruh masyarakat Melayu pesisir yang pada umumnya menganut agama Islam dant erkadang mengharuskan mereka menyisihkan nama marga mereka sehingga hubungan kekerabatan dengan sanak-saudara mereka di dataran tinggi jadi terputus.

Selain kefasihan dalam berbahasa Karo, ciri identitas terpenting seorang Karo dapat diketahui dari nama marga yang bersangkutan. Orang-orang Karo memiliki lima macam klan patrilineal atau marga, yaitu Karo-karo, Ginting, Tarigan, Sembiring, dan Peranginangin. Tiap-tiap marga ini terpecah lagi menjadi 13 hingga 18 submarga, sehingga secara keseluruhan dapat dijumpai sbanyak 83 submarga [3], [4]. Seluruh marga dan submarga ini merupakan nama-nama khas yang ada pada masyarakat Karoo, naum sering juga tampak memiliki keterkaitan dengan nama-nama marga dari kelompok masyarakat suku-suku Batak lain, khususnya masyarakat Batak Simalungun dan Batak Pakpak. Identitas dan subetnis orang Batak ini pada umumnya dapat langsung diketahui dari nama marganya, misal marga Tarigan dan Sembiring adalah marga khas Batak Karo, nama Saragih dan Damanik adalah marga khas Batak Simalungun, nama Bancin dan Berutu adalah marga khas Batak Pakpak, dan sebagainya. Dalam hal ini terdapat juga nama-nama marag yang sama dari asal subetnis Batak lain, maka nama-nama tertentu semacam ini biasanya selalu disebutkan berikut dengan subetnisnya pada saat memperkenalkan diri dengan anggota subentis Batak lain, misalnya “Saya Purba Karo” atau “Saya Purba Simalungun”. Seseorang yang berasal dari luar masyarakat Karo yang hendak bergabung ke dalam masyarakat Karo juga diberikan nama marga patrilineal atau matrilineal Karo karena tanpa memiliki acuan identitas sosial semacam ini yang bersangkutan mustahil berinteraksi dalam acara-acara penting di luar batas kegiatan sehari-hari.

Istilah “Batak” umumnya tidak digunakan pada saat mereka saling memperkenalkan diri satu sama lain kecuali jika mereka sedang memperkenalkan diri mereka dengan orang-orang dari etnis lain (Sunda, Jawa, dll). Di kalangan masyarakat mereka maupun subetnis Batak lain biasanya mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai “kalak Karo” atau orang Karo. Sedangkan bahasa asli Karo mereka sebut sebagai “cakap Karo” atau “bahasa Karo“. Berbeda halnya dengan kaum masyarakat Batak Pakpak dan Batak Simalungun yang bertetangga dengan mereka, masyarakat Karo belum begitu banyak terpengaruh oleh bahasa dan budaya masyarakat Batak Toba. Selain dari kaum anak-anak dan kaum usia lanjut, orang-orang Karo umumnya juga mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di Indonesia.

WARI - WARI KARO

Orang Karo mempunyai nama - nama tangal hari dan bulan serta pembagian waktu, demikian juga nama - nama dari arah mata angin Satu tahun dihitung 12 bulan, dan 1 bulan dihitung 30 hari Adapun nama - nama bulan dan binatang atau benda apa yang bersamaan dengan bulan bersangkutan adalah sebagai berikut:

<> Bulan Sipaka sada merupakan bulan kambing
<> Bulan Sipaka dua merupakan bulan lampu
<> Bulan Sipaka telu merupakan bulan gaya cacing
<> Bulan Sipaka empat merupakan bulan katak
<> Bulan Sipaka lima merupakan bulan arimo harimau
<> Bulan Sipaka enem merupakan bulan kuliki elang
<> Bulan Sipaka Pitu merupakan bulan kayu
<> Bulan Sipaka waluh merupakan bulan tambak kolam
<> Bulan Sipaka siwah merupakan bulan gayo kepiting
<> Bulan Sipaka sepuluh merupakan bulan belobat baluat atau balobat Alat Music Tiup
<> Bulan Sipaka sepuluh sada merupakan bulan batu
<> Bulan Sipaka sepuluh dua merupakan bulan nurung ikan

Nama-nama hari pada suku Karo apabila diperhatikan banyak miripnya dengan kata-kata Sansekerta. Setiap hari dari tanggal itu mempunyai makna atau pengerian tertentu. Oleh karena itu apabila seseorang hendak merencanakan sesuatu, misalnya keberangkatan ke tempat jauh, berperang ke medan laga, memasuki rumah baru dan berbagai kegiatan lainnya. selalu dilihat harinya yang dianggap paling cocok. Disinilah besarnya peranan "guru sibeloh niktik wari" (dukun/orang tua yang pintar melihat hari dan bulan yang baik dan serasi), yang dengan perhitungannya secara seksama, ia menyarankan agar suatu acara yang direncanakan dilakukan pada hari X.

Adapun nama yang 30 dalam satu bulan adalah sebagai berikut :

1. ADITIA adalah hari/wari medalit, mehuli mena, ngumbung, arih-arih (runggu)
2. SUMA adalah hari/wari sidua nahe, manusia ras manuk, wari kurang mehuli, ngkuruk lubang lamehuli, mehuli erburu, niding, ngkawil, njala.
3. NGGARA adalah hari/wari merawa/merampek, mehuli erperang, ngulak, buang sial, erbahan Tambar, erburu, ngerabi, ndapeti mehuli, sinidapeti latahan.
4. BUDAHA adalah hari/wari si empat nahe, wari Page, simehuli nuan-nuan, nama page ku keben, mena merdang tah nuan, kerja-kerja pe mehuli.
5. BERAS PATI adalah hari/wari medalit, wari mehuli erbahan kerja-kerja, majek rumah, mengket rumah, mulai erbinaga, ngelamar dahin, ula pesimbak sora.
6. CUKRA ENEM adalah malam/berngi hari/wari pembukui, wari salang sai, mehuli berkat erlajang, berkat ngepar lawit, ngelamar dahin, ngadap man simbelin, mulai erbinaga. Kerja-kerja nereh-empo, erkata gendang, ngumbung, mena ku juma, nungkuni ate ngena.
7. BELAH NAIK adalah hari/wari pengguntur, wari Raja, adil berkat usur jumpa teman, nangkih, ngelamar dahin, mukul, ngaleng tendi, erpangir enggo seh sura-sura, kerina kerja-kerja simehuli Banci erkata gendang.
8. ADITIA NAIK adalah hari/wari mehuli, kerina kerja-kerja mehuli saja, runggu, erkata gendang, erpangir kulau, erdemu bayu, mengket rumah, purpursage, mulai muka erbinaga/kede, maba nangkih, nukur barang upah tendi.
9. SUMANA SIWAH adalah hari/wari kurang ulina, metenget erkai pe, simehuli erburu, nogeng-nogeng ku darat tah ku lau.
10. NGGARA SEPULUH adalah hari/wari melas, metenget ranan, ula pesimbak sora, awas api, simehuli erbahan tambar, erperang, ngulak, menaken dahin, buang sial, mengket rumah, nereh-empo, erkata gendang, wari merawa. nampeken tulan-tulan.
11. BUDAHA NGADEP adalah hari/wari salang sai, wari mehuli, kerina kerja-kerja mehuli, runggu, ndahi kalimbubu, nereh-empo, muka usaha, ngelamar pendahin, kerja erkata gendang.
12. BERAS PATI TANGKEP adalah hari/wari simehuli, mehuli njumpai simbelin/sierpangkat, ngelamar pendahin, perumah-rumahken, erpangir rimo, kerja-kerja mindo rejeki, nereh-empo, ersembah man Dibata.
13. CUKERA DUDU (LAU) adalah hari/wari mehuli, nereh-empo, nuan galuh lape-lape tendi, ngeluncang, ndahi orang tua/kalimbubu, mengket rumah, erpangir ku lau.
14. BELAH PURNAMA RAYA adalah hari/wari Raja, kerja-kerja mbelin, kerja kalak si erjabaten, erpangir ku lau/nguras, ngeluncang, guro-guro aron, nunggahken lau meciho, naruhken anak ku kalimbubu.
15. TULA adlah hari/wari sial, mekisat kalak kerja-kerja ibas wari si e, simehuli ngerabi, nuan tualah.
16. SUMA CEPIK adalah hari/wari la mehuli, adi lit urak bilangan man bahanen bulung-bulung simalem-Malem, simehuli: erburu, nogeng siding, ngkawil, njala.
17. NGGARA ENGGO TULA adalah hari/wari Mehuli buang sial, erbahan tambar, muro kengalen, erpangir selamsam.
18. BUDAHA GOK adalah hari/wari page mbuah, mulai mutik, mere page, mena nuan, nama page ku keben, mulai muat page i keben, ngerik, numbun page, wari kurang ulina.
19. BERAS PATI adalah hari/wari untuk Menaken rabin, nabah kayu rumah, ngkawil, erbahan sapo juma.
20. CUKRA SI 20 adalah hari/wari Mehuli erbahan tambar, mengket rumah, nampeken tulan-tulan erkata ghendang, mehuli berkat gawah, perumah-rumahken.
21. BELAH TURUN adalah hari/ wari untuk buang sial, ncibali siding, ngekawil, erburu, ngaci.
22. ADITIA TURUN adalah hari/wari erbahan tambar, erpangir kengalen, buang sial, erburu, ngkawil, ngulakken pinakit, turun ku lawit.
23. SUMANA mate adalah hari/wari mehuli erbahan togeng-togengen darat tah i lau, ncibali siding, erburu rubia-rubia.
24. NGGARA SIMBELIN adalah hari/wari mehuli erbahan tambar, erpangir buang sial/pinakit, ertoto man Dibata kerna si mehuli.
25. BUDAHA medem adalah hari/wari sinuan-nuan, nuan-nuan, kujuma, mere page, muti, muat page ku keben, ngerik, berkat erdalan.
26. BERAS PATI MEDEM adalah hari/wari si malem-malem, mere nakan man orang tua, ndahi kalimbubu, kerja nereh empo, erbahan tambar.
27. CUKRANA MATE adalah hari buang sial, erbahan tambar, erburu, engkawil, ngerabi.
28. MATE BULAN Ngulak adalah hari untuk buang sial, nubus semangat, erburu, ngkawil turun ku lawit.
29. DALAN BULAN adalah hari/wari kurang ulina, simehuli tupuk.
30. SAMI SARA adalah hari/wari nutup Kerja, numbuki aron, pupursage, ertoto man Dibata, man nini-nini, nendungi guru.

DIALEG ORANG KARO

Dialek dalam Bahasa Karo umumnya dikenal dalam 3 buah pembagian

  1. Dialek Gunung-Gunung (Cakap Karo Gunung-Gunung)
    Dialek ini digunakan di daerah Kecamatan Munte, Juhar, Tiga Binanga, Kutabuluh, dan Mardinding.
    dialek1
  2. Dialek Kabanjahe (Cakap Orang Julu)
    Dialek ini digunakan di daerah Kecamatan Kabanjahe, Tiga Panah, Barus jahe, Simpang Empat, dan Payung.
    dialek2
  3. Dialek Jahe-jahe (Cakap Kalak Karo Jahe)
    Dialek ini digunakan di Kecamatan Pancur Batu, Biru-Biru, Sibolangit, Lau Bekerei, Namo Rambe (termasuk kabupaten Deli Serdang) dan di daerah Kabupaten Langkat (Hulu) sperti Selapan, Kuala, Bahorok, dan sebagainya.
    dialek3

peta

RELIGI ORANG KARO (KEPERCAYAAN)

RELIGI ORANG KARO

Dalam hal alam pemikiran dan kepercayaan, orang Karo (yang belum memeluk agama Islam atau Kristen) erkiniteken (percaya) akan adanya Dibata (Tuhan) sebagai maha pencipta segala yang ada di alam raya dan dunia. Menurut kepercayaan tersebut Dibata yang menguasai segalanya itu terdiri dari

  1. Dibata Idatas atau Guru Butara Atas yang menguasai alam raya/langit
  2. Dibata Itengah atau Tuan Paduka Niaji yang menguasai bumi atau dunia
  3. Dibata Iteruh atau Tuan Banua Koling yang menguasai di bawah atau di dalam bumi

Dibata ini disembah agar manusia mendapatkan keselamatan, jauh dari marabahaya dan mendapatkan kelimpahan rezeki. Mereka pun percaya adanya tenaga gaib yaitu berupa kekuatan yang berkedudukan di batu-batu besar, kayu besar, sungai, gunung, gua, atau tempat-tempat lain. Tempat inilah yang dikeramatkan. Dan apabila tenaga gaib yang merupakan kekuatan perkasa dari maha pencipta -dalam hal ini Dibata yang menguasai baik alam raya/langit, dunia/bumi, atapun di dalam tanah- disembah maka permintaan akan terkabul. Karena itu masyarakat yang berkepercayaan demikian melakukan berbagai variasi untuk melakukan penyembahan.

SIFAT DAN TABIAT ORANG KARO

Berikut adalah rangkuman dari sebuah artikel berjudul “Sifat dan Tabiat Orang Karo” yang ditulis oleh Drs. Tridah Bangun. Kebetulan artikel tersebut diterbitkan dalam kumpulan artikel-artikel tentang masyarakat Karo dengan judul yang sama (Bangun, Tridah. Sifat dan Tabiat Orang Karo. Yayasan Lau Simalem, Jakarta, 2006).

Tulisan beliau tersebut juga merupakan hasil wawancara terhadap 3 orang pakar adat istiadat Karo yakni (alm.) Nulbasi Bangun, (alm.) Sental Sinuraya, dan (alm.) Gancih Tarigan dan hasil-hasil penggalian tulisan-tulisan dengan tema serupa yang sudah ditulis sejak lama. Ada paling tidak ditulis pada artikel tersebut 15 sifat-sifat yang umum dimiliki oleh manusia Karo.

Sifat-sifat yang dituliskan dalam artikel tersebut yang sudah diringkas antara lain :

  • Jujur

    Orang Karo umumnya tinggal di kampung. Mereka hidup dengan kekeluargaan dan kebersamaan yang tinggi di lingkungan tradisional tersebut. Oleh karena itu segala hal seperti memberi dan menerima dilakukan secara wajar tanpa ada kecurangan. Biasanya jika diketahui ada yang berbuat curang maka akan mendapat hukuman yang berat dari masyarakat.

  • Tegas

    Manusia Karo memiliki sifat tegas, cepat berpikir, dan cepat bertindak. Mereka tidak begitu lembut menghadapi suatu masalah, apalagi masalah yang dianggap prinsipil, meski sebenarnya dapat memberi risiko bagi diri sendiri ataupun keluarganya.

  • Berani

    Sejak kecil seorang Karo diajar oleh orang tuanya atau neneknya bahwa setiap manusia sederajat, tidak ada yang lebih istimewa tidak ada yang lebih hina. Yang berbeda hanyalah suratan tangan dan takdirnya. Mungkin hal ini lah yang menyebabkan seorang Karo tidak pernah ragu untuk berbuat atau pergi ke mana pun. Mereka berani karena benar dan mengaku salah jika memang melakukannya.
    Keberanian ini juga ditunjukkan ketika berkecamuk perang antara kerajaan Deli dan kerajaan Aceh pada abad XVII dan juga perjuangan melawan penjajahan Belanda.

  • Percaya Diri

    Umumnya orang Karo percaya pada kekuatannya sendiri. Mereka jarang menggantungkan nasib pada orang lain.

  • Pemalu

    Sifat pemalu dimiliki dengan kuat oleh orang Karo, terutama rasa malu kalau menggantungkan diri pada orang lain dan juga kalau harga diri dan nama baik keluarga sudah tercoreng.

  • Tidak Serakah

    Secara umum orang Karo tidak serakah atau tamak. Mereka memang mendambakan hidup sejahtera namun bukan melalu cara serakah. Mereka gigih mempertahankan sesuatu kalau memang itu adalah haknya.

  • Mudah Tersinggung dan Pendendam

    Kebanyakan orang Karo cepat tersinggung jika dirinya atau keluarganya dikata-katai secara negatif oleh orang lain, baik secara terbuka maupun terselubung. Kalau sudah tersinggung orang tersebut segera menjumpai orang yang menghinanya dan menyelesaikan dengan segera. Kalau tidak maka akan berlarut menjadi dendam. Biasanya dendam itu ingin dilunasi dengan cara yang kurang pertimbangan rasional.
    Untuk menghindari penyelesaian secara irasional, biasanya ada pihak ketiga yang berusaha mendamaikan secara adat.

  • Berpendirian Teguh

    Orang Karo umumnya berpendirian teguh. Sekali memiliki suatu pendirian, sukar baginya untuk merubah pendiriannya tersebut, kecuali kalau dalam situasi terpaksa. Tapi biasanya ini terjadi saat-saat tertenu, misalnya bersandiwara atau pada orang lain.

  • Sopan

    Pembawaan sopan bergaul ditengah orang ramai dan dalam keluarga, merupakan bagian dari sikap hidup orang Karo. Sikap ini mungkin dilandasi pemikiran bahwa dalam bermasyarakat harus saling menghargai yakni berbuat sopan dan menghormati pihak lain, bukan dengan pura-pura. Gaya orang Karo berbicara menunjukkan sikap sopan dengan tutur kata yang halus dan tidak keras.

  • Selalu Menjaga Nama Baik Keluarga dan Harga Diri

    Sejak kecil orang Karo diajari harus pandai-pandai menjaga diri dan nama baik keluarga. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari orang Karo sangat menghargai martabat keluarganya. Maka seseorang selalu terpanggil jiwanya untuk membela kehormatan keluarganya jka hal itu dianggapnya pantas. Pencemaran nama baik keluarga dianggap merupakan tamparan bagi seluruh anggota keluarga turun temurun dan pasti menimbulkan dendam kesumat, yang kadang-kadang nyawa sering jadi taruhannya.

    Menyangkut harga diri dan keluarga, sejak belasan tahun terakhir ini pada sebagian masyarakat Karo, telah berkembang upaya untuk tidak mau kalah dari orang lain dan menunjukkan bahwa dia juga berkemampuan seperti apa yang telah ditunjukkan.

  • Rasional dan Kritis

    Berpikir kritis dan rasional juga merupakan sifat khas orang Karo. Dalam menghadapi persoalan, orang Karo tidak begitu cepat emosional, tapi selalu dipikirkan dulu secara rasional dan kritis. Oleh karena itu mereka tidak begitu mudah terbuai oleh suatu rayuan. Sikap kritis ini sering membuat pihak lain kecewa karena dianggap bandel sehingga tidak mudah membawanya ke satu tujuan yang dimaksudkan. Contohnya adalah dalam penyebaran agama di dalam masyarakat Karo.

  • Mudah Menyesuaikan Diri

    Karena sopan bergaul, selalu menghormati sesama anggota masyarakat, orang Karo secara mudah mampu menyesuaikan diri di tengah masyarakat baru, tempat mereka berdomisili.

  • Gigih Mencari Pengetahuan

    Karena sadar dalam hidp selalu kekurangan ilmu sebagai pegangan hidup, orang Karo sejak dulu sangat gandrung mencari ilmu pengetahuan. Maka ditiap kesempatan yang memungkinkan, orang Karo mencari ilmu pengetahuan dengan segala kegigihan. Untuk mendapat ilmu pengetahuan, mereka rela menempuh dengan segala penderitaan. Rintangan mereka atasi dengan segala ketabahan.

  • Mudah Iri dan Dengki

    Iri dan dengki dalam bahasa Karo adalah cian. Teman sejoli dari iri adalah cemburu. Keduanya ini secara nyata selalu mengarah pada yang tidak baik. Sifat-sifat dengki/cemburu masih bersemayam pada masyarakat Karo.
    Penyakit lain yang mirip yang masih ada dalam masyarakat Karo adalah kesukaan sebagian besar kaum ibu-ibu mengata-ngatai orang lain secara negatif. Sifat ini dalam bahasa Karo adalah “Cekurak“.

  • Mementingkan Prosedur

    Orang Karo sejak zaman dulu ternyata mematuhi apa-apa yang telah menjadi kesepakatan bersama mengenai berbagai persoalan. Seseorang jarang sekali melanggar kesepakatan itu, sebab besar resikonya. Karena itu jika ada anggota masyarakat yang berbuat melangkahi aturan umum, biasanya terjadi keributan.

MERDANG MERDEM

Merdang Merdem atau Kerja
Tahun adalah sebuah perayaan suku
Karo di Kabupaten Karo. Konon
merdang merdem tersebut merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang biasanya dilaksanakan setelah acara
menanam padi di sawah selesai. Perayaan tersebut merupakan bagian
dari ucapan syukur kepada sang Pencipta karena kegiatan menanam
padi telah selesai. Teriring doa agar tanaman padi tersebut
diberkati sehingga bebas dari hama dan
menghasilkan panen yang berlimpah. Momen yang melibatkan seluruh
warga kampung tersebut biasanya juga
dimanfaatkan muda-mudi sebagai ajang mencari jodoh. Setiap acara
merdang merdem biasanya dimeriahkan dengan gendang guro-guro aron yaitu acara
tari tradisional Karo yang
melibatkan pasangan muda-mudi. Setiap kecamatan di Tanah Karo
merayakan merdang merdem pada bulan yang berbeda. Kecamatan Munte merayakan merdang merdem
pada hari ke-26 beraspati medem kalender Karo yang biasanya jatuh di bulan
juli.

Konon, pesta sekampung tersebut sebegitu meriahnya sehingga lama
perayaannya sampai enam hari dimana setiap hari mempunyai makna yang berbeda.

* Hari pertama, cikor-kor.
Hari tersebut merupakan bagian awal dari persiapan menyambut
merdang merdem yang ditandai dengan kegiatan mencari
kor-kor, sejenis serangga yang biasanya ada di dalam
tanah. Umumnya lokasinya di bawah pepohonan. Pada hari itu semua
penduduk pergi ke ladang untuk mencari
kor-kor untuk dijadikan lauk makanan pada hari itu.

* Hari kedua, cikurung.
Seperti halnya pada hari pertama hari kedua ditandai dengan
kegiatan mencari kurung di ladang atau sawah.
Kurung adalah binatang yang hidup di tanah basah atau
sawah, biasa dijadikan lauk oleh masyarakat Karo.

* Hari ketiga, ndurung.
Hari ketiga ditandai dengan kegiatan mencari nurung,
sebutan untuk ikan, di sawah atau sungai. Pada hari itu penduduk
satu kampung makan dengan lauk ikan. Ikan yang ditangkap biasanya
nurung mas, lele yang biasa disebut sebakut,
kaperas, belut.

* Hari keempat, mantem atau motong.
Hari tersebut adalah sehari menjelang hari perayaan puncak.
Pada hari itu penduduk kampung memotong lembu, kerbau, dan babi
untuk dijadikan lauk.

* Hari kelima, matana.
Matana artinya hari puncak perayaan. Pada hari itu
semua penduduk saling mengunjungi kerabatnya. Setiap kali
berkunjung semua menu yang sudah dikumpulkan semenjak hari
cikor-kor, cikurung, ndurung, dan
mantem dihidangkan. Pada saat tersebut semua penduduk
bergembira. Panen sudah berjalan dengan baik dan kegiatan menanam
padi juga telah selesai dilaksanakan. Pusat perayaan biasanya di
alun-alun atau biasa disebut los, semacam balai tempat perayaan
pesta. Acara disitu dimeriahkan dengan gendang guro-guro aron
dimana muda-mudi yang sudah dihias dengan pakaian adat melakukan
tari tradisional. Perayaan tidak hanya dirayakan oleh penduduk
kampung tetapi juga kerabat dari luar kampung ikut diundang
menambah suasana semakin semarak. Pada hari itu pekerjaan paling
berat adalah makan. Karena setiap kali berkunjung ke rumah kerabat
aturannya wajib makan.

* Hari keenam, nimpa.
Hari itu ditandai dengan kegiatan membuat cimpa,
makanan khas Karo, biasa disebut lepat. Cimpa bahan
dasarnya adalah tepung terigu, gula merah, dan kelapa parut.
Cimpa tesebut biasanya selain untuk hidangan tambahan
setelah makan. Tidak lengkap rasanya merdang merdem tanpa kehadiran
cimpa. Untuk kecamatan lain di Tanah Karo kegiatan
nimpa diganti dengan ngerires yaitu acara membuat
rires yang dalam bahasa indonesia disebut lemang.
Cimpa atau lemang daya tahannya cukup lama, masih baik
untuk dimakan meski sudah dua hari lamanya. Oleh karena itu
cimpa atau rires cocok untuk dijadikan oleh-oleh
bagi tamu ketika pulang.

* Hari ketujuh, rebu.
Hari tersebut merupakan hari terakhir dari serangkaian pesta
enam hari sebelumnya. Pada hari tersebut tidak ada kegiatan yang
dilakukan. Tamu-tamu sudah kembali ke tempat asalnya. Semua
penduduk berdiam di rumah. Acara kunjung-mengunjungi telah selesai.
Pergi ke sawah atau ladang juga dilarang pada hari itu. Seperti
halnya arti rebu itu sendiri yang artinya tidak saling
menegur, hari itu adalah hari penenangan diri setelah selama enam
hari berpesta. Beragam kesan tinggal melekat dalam hati
masing-masing penduduk kampung. Hari besok telah menanti untuk
kembali melakukan aktifitas sebagaimana hari-hari biasanya.

RAJA - RAJA DI KARO (SIBAYAK)

RAJA - RAJA DI KARO (SIBAYAK)

Raja (Sibayak) si lit i Taneh Karo mulana empat ngenca. Sibayak siempat ras piga-piga Raja Urungna ngikutken sitersinget piga-piga perbapan si enggo ndekah umurna bagepe si tersurat emekap:


1. Kerajaan Sibayak Lingga
Merga Sibayakna Karo-karo Sinulingga, inganna tading i Kuta Lingga. Kerajaan Sibayak Lingga eme simbelinna i Taneh Karo, lit 6 Urungna emekap:
- Urung XII Kuta ringan i Kabanjahe
- Urung si III Kuru ringan i Lingga
- Urung Naman ringan i Naman
- Urung Tiga Pancur ringan i Tiga Pancur
- Urung Teran ringan i Batukarang
- Urung Tiganderket ringan i Tiganderket

2. Kerajaan Sibayak Sarinembah
Merga Sibayakna Sembiring Meliala, inganna tading i Kuta Sarinembah, lit 4 Urungna, emekap:
- Urung XVII Kuta ringan i Sarinembah
- Urung Perbesi ringan i Perbesi
- Urung Juhar ringan i Juhar
- Urung Kutabangun ringan i Kutabangun

3. Kerajaan Sibayak Suka
Merga Sibayakna Ginting Suka, inganna tading i Kuta Suka, lit 4 Urungna emekap:
- Urung Suka ringan i Suka
- Urung Sukapiring ringan i Seberaya
- Urung Ajinembah ringan i Ajinembah
- Urung Tengging ringan i Tengging

4. Kerajaan Sibayak Barusjahe
Merga Sibayakna Karo-karo Barus, inganna tading i Kuta Barusjahe, lit 2 Urungna emekap:
- Urung si VII Kuta ringan i Barusjahe
- Urung si VI Kuta ringan i Sukanalu

Jenari tersinget maka ibas kejerangen Kutabuluh Simole lit ringan sekalak Raja. Raja e sinursur Raja ka eme si ringan i Kutamale, mergana Perangin-angin. Raja sitersinget e tuhu-tuhu mbelin kuasana janah ia me ikuten ras penungkunen rayat si tading ije. Ia ngenca iakuina rajana, emaka dungna ia enggo irajaken jadi Sibayak Kutabuluh.

5. Kerajaan Sibayak Kutabuluh
Merga Sibayakna Perangin-angin, inganna tading i Kutabuluh, lit 2 Urungna emekap:
- Urung Namohaji ringan i Kutabuluh
- Urung Liangmelas ringan i Kuta Marding-ding